Masa anak-anak adalah masa-masa yang sangat bahagia. Ada ayah, ada ibu yang menjaga, saat gembira ayah ibu juga gembira, saat sakit ayah, ibu yang merawat, ingin sekolah juga terpenuhi, kurang apalagi ? Dari anak yang masih kecil tumbuh menjadi remaja, pengetahuan bertambah, teman-teman juga bertambah, banyak kegiatan dapat dilakukan saat remaja, mau kursus ini, kursus itu semuanya dapat terpenuhi, setelah remaja orang tua juga masih mendukung dan membiayai hingga ke universitas, setelah lulus pun orang tua juga masih menghidupi hingga dapat mandiri sendiri. Maksud mandiri disini adalah telah mampu menghidupi diri sendiri, tidak tergantung lagi pada orang tua.
Jika ingin meneruskan pekerjaan, orang tua juga tidak keberatan mengajar hingga mampu meneruskan usaha orang tua, tetapi anak belum tentu mengerti kebaikan orang tua yang luar biasa itu. Orang tua dapat dengan kejam tidak mau membiayai hidup anak setelah lulus universitas, pilihan hidup yang berat tiba-tiba diberikan kepada anak begitu saja. Banyak orang tua tidak suka melihat anaknya dirumah bermalas-malasan, apalagi tidak ada pekerjaan. Sudah berhasil menempuh pendidikan tinggi ternyata tidak punya kemampuan untuk mencari penghidupan. Orang tua kecewa terhadap anak.
Sementara anak merasa orang tua sudah tidak sayang lagi, bahkan terjadi permusuhan antara anak dan orang tua. Mengapa orang tua berubah sikap, saat sekolah semua kebutuhan terpenuhi, saat lulus kuliah orang tua sepertinya tidak mau peduli, bahkan memaksakan kehendak kepada anak.
Mengapa orang tua begitu tidak peduli dan sering memaksakan kehendak ? Apa maksud dan tujuan orang tua berlaku demikian ?
mungkin orang tua ingin anaknya menjadi rajin bekerja
mungkin orang tua ingin anaknya tidak menggantungkan hidup pada orang tua
mungkin orang tua ingin anaknya supaya mampu berjuang mencari penghidupan sendiri
mungkin orang tua ingin anaknya punya usaha yang sukses dan mandiri seperti orang tua
mungkin orang tua ingin anaknya berpikir kreatif dalam mencari penghidupan yang layak
mungkin orang tua ingin anaknya sadar bahwa tidak selamanya orang tua mampu membiayai hidup anak. (Yang dimaksud orang tua disini adalah orang yang telah melahirkan anak merawat anak dari kecil hingga dewasa)
Adalah suatu karma buruk yang sangat (3x) berat jika ada seorang anak memukul orang tua sendiri, menghina orang tua sendiri, apalagi sampai melukai orang tua baik secara fisik maupun psikis. Bagaimana jika orang tua berlaku buruk terhadap anak ? Anak dapat memberikan nasehat yang benar kepada orang tua, berusaha menyadarkan orang tua, berdoa supaya orang tua menjadi sadar. Bagaimana jika orang tua berlaku kasar bahkan memukul anak ? Anak dapat meminta pertolongan saudara, teman, dan lain sebagainya, menjauh dulu untuk sementara waktu, hingga orang tua menjadi sadar.
Seburuk apapun orang tua sendiri, sebagai anak tidak boleh menghina, memukul, bahkan melukai orang tua sendiri. Orang tua punya karma buruk tersendiri saat melakukan kekerasan terhadap anak. Orang tua yang melakukan kekerasan terhadap anak sama dengan melukai diri sendiri atau bahasa kerennya darah daging sendiri. Banyak kata sendirinya jadi takut sendiri hehehe...
No comments:
Post a Comment