Thursday, February 18, 2010

FANTASIA......AHH !!

Ada bermacam-macam gangguan, dari gangguan terkecil hingga gangguan terbesar. Mengharapkan terhindar dari gangguan, mencegah gangguan, mengurangi gangguan, tetapi tidak dapat menghilangkan gangguan. Gangguan memang dapat dihilangkan, tetapi hanya sementara saja, karena sifat gangguan akan terus datang. Produk apapun tidak ada yang sempurna seratus persen, yang ada adalah toleransi yang memenuhi standard yang telah disepakati, bahwa produk tersebut baik dan memenuhi kualitas. Jika suatu produk mengalami penyimpangan dari toleransi, maka produk tersebut dikatakan cacat. Faktor utama yang mempengaruhi kualitas suatu produk adalah gangguan.
Ada beberapa gangguan, seperti gangguan mesin, mesin megalami perawatan buruk, gangguan pada bahan, bahan kurang berkualitas, gangguan sumber listrik yang tiba-tiba terputus, dan lain sebagainya. Itu produk dan mesin. Dibandingkan dengan mesin manusia lebih rumit. Manusia kecil punya imajinasi dapat dikatakan normal, manusia dewasa punya imajinasi dikatakan kurang normal. Apa beda antara imajinasi dan fantasi ? Mengapa manusia sulit menjadi diri sendiri ? Mengapa manusia selalu meniru suatu standard perilaku tertentu yang belum tentu benar, dan menerimanya mentah-mentah, tanpa dipikir baik-buruknya ? Berusaha menjadi diri sendiri sangat sulit, karena banyak gangguan. Tiga gangguan diantara banyak gangguan, yaitu gangguan gengsi, gangguan selalu mengharapkan persetujuan orang lain, dan gangguan penilaian. Tiga gangguan yang saling berhubungan. Langsung saja ya..... Gangguan gengsi, seperti semua memiliki barang bagus, jika ingin bergaul harus punya barang bagus, jika tidak punya barang bagus, maka jangan harap dapat diterima dan bergaul dengan layak. Gangguan selalu mengharapkan persetujuan orang lain, seperti menunda melakukan sesuatu yang membawa kebaikan karena menunggu semuanya setuju dulu, baru jalan. Gangguan penilaian, seperti ingin melakukan sesuatu yang membawa perubahan ke arah yang lebih maju, tetapi takut semua nanti memberikan cap buruk. Tiga gangguan tersebut memunculkan fantasi. Mengapa semua berpandangan sempit ? Mengapa tidak dapat mengekspresikan diri dengan lebih bebas ? Mengapa semua yang akan dilakukan, dinilai selalu kurang, selalu salah, selalu menemui jalan buntu ?
Silahkan didebat melalui comment.....sebisa mungkin tanpa menggunakan kata kita dan orang.......permintaan comment-nya koq aneh banget sih....tanpa kata kita dan orang, mana mungkin ?!

No comments:

Post a Comment