Melihat banyaknya kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah, tempat umum, rumah, dan lain sebagainya. Setiap orang menginginkan suatu kehidupan yang berbeda. Dari masa kecil yang menyenangkan didikan yang penuh kasih sayang, semula masih kecil menjadi remaja, hingga dewasa. Tetapi mengapa banyak orang yang hidupnya tidak bahagia ? Setiap orang ingin diterima di lingkungannya, sehingga mendorong seseorang untuk berusaha sebaik mungkin menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungannya. Jika ditemukan keanehan pada diri seseorang, atau orang yang telah sembuh dari gangguan mental, tetapi masih memerlukan obat jika suatu saat gejala gangguan muncul, maka sesorang tersebut menjadi sulit diterima di lingkungan masyarakat. Sehingga seseorang tersebut merasa minder, rendah diri, dan merasa dikucilkan.
Banyak orang yang normal mendambakan kebutuhan untuk diterima di masyarakat, akhirnya berlomba-lomba untuk melakukan apapun supaya dapat diterima, termasuk memasang topeng palsu, yang sangat ramah, penuh senyum, sangat perhatian, sangat berbudi luhur, beribadah setiap hari hanya sekedar untuk jaga image dan lain sebagainya. Suatu saat terjadilah suatu masalah, maka semua topeng palsu tersebut lenyap seketika, munculah sifat monster yang buas dan sangat menakutkan. Oh ternyata semua kebaikan ini punya maksud dan tujuan tertentu. Apakah orang ini dapat dipercaya ? Hubungan dengan seseorang terputus, kemudian bertemu dengan orang lain yang baru, mulai pasang topeng palsu lagi, dan begitu seterusnya.
Akhirnya sifat yang tampak menyenangkan tersebut lama kelamaan pudar, karena merasa mengapa sudah berusaha bersikap sebaik mungkin dengan orang lain, tetapi mengapa orang selalu membenci, menghindar, tidak percaya, bahkan takut untuk sekedar berdekatan. Orang ini mulai menjadi buta terhadap diri sendiri. Orang ini mulai Mengukur diri sendiri berdasarkan ukuran orang lain. Jika ukuran tersebut tidak sesuai, maka orang ini cenderung menyalahkan keadaan, ini nggak cocok, itu nggak cocok, ini salah, itu pun salah, semuanya serba salah, tidak ada yang benar sedikitpun pada diri orang lain, hanya diri sendirilah yang paling benar. Kehidupan yang dijalani orang ini akan selalu merasa tidak tenang, dalam pikiran selalu bertanya sikap standar yang bagaimanakah yang harus dilakukan supaya dapat diterima oleh orang lain. Tetapi mereka tidak dapat menemukan jawabannya, mau cari dimana? Akhirnya orang ini merasa dirinya hanyalah suatu kesia- siaan, tidak ada semangat untuk merubah nasib, hanya menjalani hidup yang biasa-biasa saja. Hidup tetapi tidak bahagia, apa bedanya dengan Zombie?
Kemudian mendapat suatu kebahagiaan yaitu saat mendapatkan pasangan, pacaran, dan menikah. Tetapi kebahagiaan tersebut hanyalah sementara saja, setelah menjalani ternyata tidak seindah yang dibayangkan, ternyata sifat-sifat yang sangat menyenangkan saat pacaran dulu hanyalah sesuatu yang bersifat semu. Luarnya tok yang baik, tapi dalamnya tidak seindah luarnya. Pada wanita keadaan ini tidak seberapa berpengaruh, karena sifat dasar perempuan adalah cenderung punya keinginan untuk menyenangkan setiap orang dengan cara menjaga sikap, penampilan, menjaga tingkah laku, tata krama, tahu diri dan lain sebagainya. Sehingga perempuan lebih cenderung mau mengalah, lebih mau mendengar, dan bahagia jika melihat orang lain mendapat kebahagiaan. Tetapi laki-laki sangat berbeda dengan perempuan, sifat dasar laki-laki sekarang adalah cenderung menonjolkan diri, merasa paling baik, semua keinginan harus dituruti, dan cenderung arogan terhadap perempuan. Laki-laki berusaha mejadi kuat dihadapan perempuan saat mendapat masalah, padahal udah nggak tahan dengan masalah yang menimpa, dan ingin segera menangis meraung-raung. jika seorang laki-laki diluar karena keadaan kemudian diremehkan, ditekan, dianggap bukan seorang laki-laki, apalagi laki-laki ini sudah berkeluarga, maka yang menjadi sasaran pelampiasan amarah adalah perempuan dan anak-anak. Karena perempuan dan anak-anak jauh lebih lemah dari lingkungan luar.
Tetapi perempuan karena sangat sayang, akan berusaha sebaik mungkin untuk menghibur, berusaha membantu memecahkan masalah, berusaha membantu mencari jalan keluar terbaik. Tetapi laki-laki karena merasa paling baik tidak dapat mengerti, bahwa dirinya membutuhkan penghiburan, menenangkan diri, setelah tenang baru dapat memecahkan masalah. Anda tentu sudah tahu siapa yang menjadi tumpuan utama untuk berbagi cerita ? Siapa orang terdekat yang dapat dipercaya ? Siapa orang terdekat yang mau begitu saja dengan cuma-cuma mencurahkan perhatian untuk memberikan penghiburan ? Siapa orang terdekat yang dengan penuh perhatian mau mendengar curhat ? Siapa orang terdekat yang dengan penuh perhatian, dengan telaten, dengan tulus merawat dari ujung kaki sampai ujung kepala ?
Tetapi karena ego yang besar, merasa diri paling baik, merasa diri paling benar, merasa diri paling kuat. Bukan bersyukur dan berterimakasih malah menyalahkan, ini tidak benar, itu tidak benar, bikin repot ini, bikin repot itu. Memang perempuan kadang berlebihan dalam memberikan perhatian, karena dalam pikiran perempuan, saat memberikan perhatian, cenderung ingin segala sesuatu berjalan dengan sempurna.
Laki-laki seharusnya sangat-sangat beruntung, punya seseorang yang begitu tulus menyayangi, begitu tulus merawat dan memberikan perhatian, Tetapi laki-laki tidak dapat mengerti. Ini yang dikatakan sebagai orang paling idiot terbesar. Saya katakan sebagai keidiotan sembunyi-sembunyi terbesar. Mengapa saya katakan sebagai keidiotan sembunyi-sembunyi, karena laki-laki yang melakukan kekerasan dan penyiksaan terhadap perempuan, saat diluar bagaikan unta, tetapi dirumah bagaikan monster benar-benar tidak mengerti jika dirinya sangat disayangi. Ini adalah suatu jenis monster yang tidak banyak diketahui masyarakat, dan masyarakat cenderung diam melihat terjadinya kekerasan atau penyiksaan terhadap perempuan. Seharusnya masyarakat melindungi jika terjadi kekerasan terhadap perempuan. Harus dapat membedakan mana yang ikut campur urusan orang dan mana yang merupakan tindak kekerasan.
Bagi perempuan jika sudah mendapat perlindungan, di masa yang akan datang jangan menjadi sumber perselisihan dengan suka bergosip, memfitnah, jadi ganjen, apalagi karena iri hati merusak rumah tangga orang lain. Tahu diri lah.....!!! Emange paling cantik sedunia ?!!
Orang yang dapat menerima keadaan diri yang buruk, dengan setahap demi setahap berusaha memperbaiki nasib diri sendiri, maka orang ini dikatakan jenius. Walaupun tidak sejenius penemu rumus E sama dengan m kali C kuadrat.
No comments:
Post a Comment