Wednesday, February 17, 2010

PEREMPUAN DAN DOSA

Perempuan yang bekerja sebagai pelacur maupun artis porno punya tanggung jawab moral yang sangat besar dan sangat berat. Perempuan yang normal tidak ada yang mau dengan sengaja menjual tubuhnya untuk dinikmati setiap laki-laki. Banyak faktor yang membuat perempuan bermaksud menjual tubuhnya. Menjual tubuh bisa berarti melayani kebutuhan seks laki-laki dengan imbalan uang, atau memanfaatkan kemolekkan tubuh untuk suatu iklan atau promosi dengan mendapat imbalan uang. Kecenderungan faktor yang menyebabkan perempuan menjual tubuh untuk melayani kebutuhan seks laki-laki adalah karena alasan kesulitan ekonomi.
Kesulitan ekonomi yang dimaksud adalah tidak punya uang, sangat miskin, dan tidak mampu membiayai kebutuhan dasar untuk hidup yaitu sandang dan pangan, sehingga jalan yang paling singkat bagi perempuan adalah menjual tubuhnya kepada setiap laki-laki yang mampu membayar. Ini adalah cara yang paling mudah untuk mendapatkan uang dalam kondisi terpaksa. Jadi dalam keadaan sulit dan miskin godaan uang bagi perempuan untuk menjual diri sangat kuat. Atau perempuan tersebut sengaja ingin bekerja di Industri seks seperti pembuatan film porno di negara-negara maju atau di negara-negara berkembang yang menawarkan kemewahan dan kekayaan yang luar biasa dan instant. Masalah kebersihan tubuh sebelum dan setelah berhubungan seks bukanlah masalah karena bisa diatasi dengan berbagai terapi kesehatan dan pengobatan modern yang canggih, sehingga artis porno tetap bisa berperan dalam pembuatan film porno. Kemewahan dan kekayaan yang besar bisa menaikkan taraf hidup, derajat atau kelas seorang perempuan menjadi dihormati dan dipandang, walaupun perempuan tersebut hanyalah seorang artis porno. Menjadi artis porno konsekuensinya sangat berat. Film porno pengaruh negatifnya jauh lebih besar daripada pegaruh positifnya. Film porno dapat membuat seseorang menjadi kecanduan dan menyebabkan nafsu seks tidak terkendali. Nafsu seks yang tidak terkendali menyebabkan seseorang melakukan pemerkosaan, mencabuli anak kecil, mencolek tubuh perempuan di jalan, dan lain sebagainya. Jadi artis porno dan orang-orang yang terlibat dalam pembuatan film porno punya tanggung jawab moral yang sangat berat. Jika film porno tersebut membawa manfaat positif bagi orang lain yang punya kedewasaan dalam berpikir maka tidak ada masalah. Tetapi jika menyebabkan orang lain menderita secara langsung maupun tidak langsung seperti kecanduan, pemerkosaan, terkena penyakit kelamin, maka dapat menimbulkan karma buruk dan dosa yang sangat berat bagi artis dan pembuat film porno itu sendiri.
Memanfaatkan kemolekkan tubuh untuk suatu iklan atau promosi dengan imbalan uang. Pada dasarnya setiap perempuan senang jika dibilang cantik, seksi, dan menggairahkan, sehingga membuat perempuan sensitif terhadap penampilan. Perempuan juga cenderung berharap disukai oleh semua orang, dan berusaha sedapat mungkin menyenangkan setiap orang. Sifat dasar perempuan inilah yang membantu perusahaan-perusahaan kosmetik, parfum, jamu, dan obat-obatan untuk mendongkrak penjualan, dengan memasang iklan produk dengan model yang cantik dan seksi. Karena perempuan yang cantik dan seksi menarik perhatian. Hal ini wajar. Jika seorang perempuan demi bisa diterima menjadi bintang iklan suatu produk, kemudian menjual diri, ini yang disebut tidak wajar, karena dapat merugikan orang lain, misalnya merusak hubungan rumah tangga orang lain dan hubungan antar rekan kerja. Jika perusahaan-perusahaan kosmetik, parfum, jamu, dan obat-obatan dengan sengaja mengeksploitasi perempuan sehingga perempuan direndahkan dan dirugikan, ini juga disebut tidak wajar. Dua hal yang tidak wajar diatas dapat menimbulkan karma buruk dan dosa yang berat.
Perempuan harus menjaga diri dengan baik, punya pandangan hidup yang benar, punya pengetahuan yang cukup, punya ketrampilan, sehingga tidak mudah tergoda oleh uang, tidak tergoda untuk menjual diri, dan tidak tergoda untuk merusak keluarga atau rumah tangga orang lain demi uang semata.

No comments:

Post a Comment