Wednesday, February 17, 2010

PRASANGKA BURUK

Setiap orang pasti punya prasangka buruk, karena hal tersebut membuat kita waspada. Jika prasangka buruk tersebut terlalu berlebihan akan membuat kita kehilangan pandangan yang benar dan membuat pikiran kita menjadi sempit. Kehilangan pandangan yang benar, karena prasangka buruk selalu disertai amarah dan emosi. Membuat pikiran menjadi sempit, karena yang kita pikirkan hanyalah kesalahan-kesalahan orang lain.
Jika seseorang selalu berprasangka buruk pada akhirnya orang tersebut menjadi stress sendiri, karena setiap orang berbicara atau bertingkah laku selalu dinilai baik dan buruknya, sehingga orang tersebut selalu dihantui oleh perasaan - perasaan yang penuh dengan emosi kebencian, orang lain selalu bergossip tentang diriku, orang lain selalu mencela aku, orang lain selalu meletakkan benda-benda didekatku dengan kasar, orang-orang disekitarku selalu bermaksud membuatku susah, dsb.
Tanpa sadar orang yang selalu curiga, kualitas hidupnya cenderung semakin turun. Semakin besar prasangka buruk seseorang, maka orang tersebut akan semakin tertekan, dan semakin sulit untuk mengatasinya, dan akhirnya menjadi stress berat, dan jika tidak kuat akan menjadi gila.
Tidak pandang bulu, apakah orang tersebut manager, orang terpandang, karyawan teladan, dsb. Orang yang selalu berprasangka buruk akan sangat mudah dipermainkan oleh keadaan atau situasi. Orang yang berprasangka buruk mudah sekali diadu domba, ditekan, dipermainkan oleh orang-orang yang dengan sengaja berbuat iseng, mudah dimanfaatkan oleh orang-orang yang jahat untuk menekan dan memojokkan seseorang.
Jadi punya sifat yang selalu berprasangka buruk akan selalu merugikan diri sendiri dan orang lain. Tetapi orang yang sadar dengan kesalahan ini akan menjadi bebas. Tetapi untuk menjadi bebas memerlukan usaha yang tidak mudah dari diri sendiri, yaitu melawan pikiran-pikiran negatif yang selalu mendorong timbulnya prasangka-prasangka buruk. 

No comments:

Post a Comment