Wednesday, February 17, 2010

TEROR SETELAH DITERIMA KERJA

Bagaimana setelah diterima kerja? Setelah anda diterima, anda masih harus menjalani masa percobaan, waktunya antara 3 sampai 6 bulan. Pada masa percobaan ini, anda akan dinilai oleh perusahaan. Apa yang dinilai oleh perusahaan ?
Yang dinilai adalah:

1. Apakah anda bisa dipercaya ?
2. Bagaimana kesungguhan hati anda dalam bekerja ?
3. Apakah anda banyak bicara dan suka menghasut rekan dalam bekerja ?
4. Apakah anda punya tanggung jawab ?
5. Apakah kepribadian, karakter, dan sifat anda mendukung perusahaan ?
6. Apakah anda terpaksa bekerja?
7. Apakah anda asal bekerja sambil menunggu lowongan kerja yang lebih baik ?
8. Apakah anda cenderung patuh terhadap perintah atasan atau tidak ?
9. Apakah anda sanggup bekerja di bawah tekanan ?
10. Apakah anda punya kemampuan memecahkan masalah ?
11. Apakah anda mampu menyelesaikan tugas-tugas dalam waktu singkat ?
12. Apakah anda dapat memenuhi target ?
13. Apakah anda sanggup memimpin ?

Diatas adalah 13 nilai kesialan yang dapat membuat seorang karyawan langsung diberhentikan atau dipecat !!! tidak diragukan lagi.....hehehehe.....atau 13 nilai tantangan yang sangat merangsang dan menggairahkan ?......Oops!

Dalam masa percobaan, perusahaan dapat sewaktu-waktu memberhentikan karyawan, apabila kinerja kayawan tersebut dinilai buruk oleh perusahaan, dengan atau tanpa mendapat pesangon atau gaji. Memberhentikan karyawan adalah hak mutlak perusahaan.

Jadi selama masa percobaan ini, anda harus siap, jika sewaktu-waktu diberhentikan, karena alasan perusahaan kurang cocok atau kinerja buruk. Wahhh......sulit sekali ya jadi karyawan, prosesnya panjang dan lama. Tetapi anda tidak perlu berkecil hati. Setelah anda lulus masa percobaan, anda langsung diterima menjadi karyawan tetap, anda akan menerima gaji tetap tiap bulan beserta tunjangan dan fasilitas. Pekerjaan anda hanya mengikuti prosedur, job desk, dan peraturan yang ada yang sudah berjalan pada perusahaan tersebut, giat bekerja, patuh pada perintah atasan, menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, dan berusaha membuat prestasi.

Berikut ini adalah fakta yang perlu anda ketahui setelah diterima menjadi karyawan di Indonesia:
Tahukah anda kenapa banyak perusahaan-perusahaan skala menengah, besar, atau perusahaan kecil yang solid di Indonesia, lebih suka menerima karyawan dari etnis negara lain untuk memegang posisi-posisi penting, atau posisi kunci pada perusahaan ?

Karena etnis negara lain, salah satu contoh adalah orang Jepang, mereka terkenal sebagai pekerja keras, punya disiplin tinggi, kesetiaan, moral yang baik, integritas, rendah hati, dan bisa dipercaya. Walaupun tidak semua orang Jepang seperti itu. Hal itu terbukti dengan kecepatan pembangunan Jepang yang luar biasa setelah kehancuran dua kota akibat bom atom. Setelah Jepang menjadi negara maju mereka tidak enak-enakan dan menjadi malas, tetapi mereka berusaha mempertahankan sebisa mungkin, membuat segala sesuatu yang sudah ada menjadi lebih baik, di sini berarti orang Jepang tersebut bertanggung jawab terhadap negaranya. Sifat-sifat dasar inilah yang diinginkan dan dibutuhkan perusahaan manapun untuk membuat perusahaan semakin maju dan berkembang, sehingga dapat mensejahterakan perusahaan dan karyawannya. Jika anda ingin tahu lebih jauh bagaimana mentalitas kerja orang Jepang, pelajarilah tentang sistem kerja yang sangat terkenal yang memadukan antara kebudayaan dan mentalitas kerja, demi perbaikan terus menerus, yang berhasil diterapkan pada perusahaan Toyota, yaitu sistem KAIZEN.

Kenyataannya masih banyak karyawan di Indonesia yang hanya asal bekerja, tidak mau tahu nasib perusahaan, pokoknya dapat gaji tiap bulan.....beres, tanpa ada peningkatan kinerja sama sekali, hanya bicara mengenai kesan perusahaan yang baik saja. Bagaimana perusahaan dapat maju jika perusahaan dihambat oleh karyawannya sendiri. Saya heran jika suatu perusahaan itu adalah tumpuan bagi seorang karyawan untuk hidup, artinya seseorang membutuhkan pekerjaan, bekerja, dan diterima, serta mendapat fasilitas sebagai karyawan, dan mendapatkan penghasilan berupa gaji untuk memenuhi kebutuhan hidup, tidak selayaknya karyawan tersebut menjadi beban, atau menghambat perusahaan untuk maju dan berkembang, bahkan secara diam-diam menghancurkan perusahaan tersebut. Ini kan sangat konyol sekali, jika perusahaan tersebut benar-benar hancur dan bangkrut, tidak bisa produksi lagi karena ulah karyawannya, dan akhirnya tutup, karyawannya terpaksa di PHK dan menganggur, terus anda mau makan apa?! Cari kerja lagi juga sulit, Coy!!......

Pada umumnya sumber daya manusia di Indonesia cenderung kurang suka perubahan atau mungkin perasaan takut akan perubahan itu sendiri, karena mereka sudah merasa nyaman dan enak dengan perkerjaan yang sudah ada, dan mereka tinggal menjalaninya saja, sikap seperti ini dapat berakibat hilangnya semangat untuk meningkatkan diri, menimbulkan kemalasan dalam melakukan perbaikan-perbaikan yang sangat penting dan strategis, sehingga akan melemahkan sumber daya manusia itu sendiri, dengan kata lain terjadi penurunan kualitas sumber daya manusia. Dan jika muncul pesaing yang baru, saat itulah mereka baru sadar cepat-cepat memperbaiki diri dan mengejar ketinggalan, tetapi terlambat, dan akhirnya kalah bersaing.

Ada kekurangan yang fatal dari sumber daya manusia Indonesia, yang membuat mereka kalah bersaing dengan sumber daya manusia asing lainnya, yaitu ketidakmampuan mempertahankan dan memelihara sesuatu yang sudah berjalan dengan baik. Di awal pekerjaan tampak bagus tetapi ditengah-tengah perjalanan dan pada bagian akhir selalu terjadi penurunan kualitas sumber daya manusia. Orang bilang kondisi stagnan atau datar, atau gitu-gitu aja. Tidak semua sumber daya manusia Indonesia seperti itu, ada juga yang berkualitas seperti sumber daya manusia di negara Jepang, tetapi jumlahnya sangat sedikit dan jarang. Why ???

Ada satu kekurangan fatal lagi dari sumber daya manusia Indonesia, yang tampaknya sepele, bahwa orang Indonesia terkenal ramah dan suka berbicara. Hal yang mengherankan saya adalah, saya sering bertemu, melihat, bercakap-cakap, dan mendengar pembicaraan. Ada kecenderungan kuat senang bercerita tentang segala sesuatu yang luar biasa dan berskala besar, tetapi sering pada kenyataannya tidaklah seluar-biasa dan sebesar seperti apa yang dikatakan. Sehingga terkesan membual dan kurang dapat dipercaya. Saya bukan ingin menjelek-jelekkan sumber daya manusia Indonesia, tetapi saya melihat banyak kekurangan yang harus disadari dan diperbaiki. Ini adalah perbedaan antara sumber daya manusia dari negara lain dengan Indonesia. Jika anda banyak bicara sedikit kerja, maka kompetensi anda pasti akan diragukan. Silahkan buktikan sendiri. Apalagi banyak bergosip, perusahaan sangat anti bokk.....!!!

Dan mengapa perusahaan di Indonesia tampaknya, atau ada kesan cenderung kurang menghargai karyawannya sendiri. Hal ini karena ada sebab-sebabnya. Pertama, perusahaan berencana memberhentikan karyawan yang buruk dan tidak berkualitas. Kedua, karena perusahaan tidak suka melihat karyawannya malas kerja. Ketiga, perusahaan ingin memberikan peringatan supaya karyawannya lebih disiplin dan giat bekerja. Keempat, perusahaan sengaja menguji karyawan yang baru direkrut apakah sesuai dengan kriteria yang diinginkan perusahaan. Kelima, perusahaan ingin mengetahui karakter karyawannya. Keenam, karena pandangan perusahaan yang melihat karyawannya memang tidak bisa dihargai, jika dihargai akan menjadi sombong, melonjak, dan besar kepala, bukannya mendukung perusahaan malah sebaliknya, menghambat perusahaan berkembang.

Tujuan Serikat Buruh hanya membantu para buruh, karyawan, atau pekerja memperoleh hak-haknya. Tetapi jika kualitas sumber dayanya sudah buruk, tidak kompeten, tidak bisa dipercaya, cenderung menghambat dan menjadi beban bagi suksesnya perusahaan (useless). Apakah ada perusahaan yang mau pakai ???!!!

Sebenarnya, tidak ada masalah bagi perusahaan memberikan gaji tinggi pada karyawan yang berkualitas, asalkan karyawan tersebut dapat memajukan perusahaan hingga sukses. Hal ini berarti perusahaan melakukan investasi sumber daya manusia.

Apapun tindakan yang anda lakukan baik secara diam-diam atau tidak untuk menghambat perusahaan maju dan berkembang, cepat atau lambat perusahaan pasti akan mengetahuinya. Katakanlah anda sudah bekerja lama di suatu perusahaan, nilai kinerja anda pada perusahaan tersebut sangat baik sekali, apalagi anda sudah pernah berprestasi, kemudian pada saat ada kesempatan baik, anda secara diam-diam melakukan sedikit kecurangan. Perusahaan mengetahui perbuatan anda, tetapi perusahaan biasanya secara diam-diam juga akan menyelidiki anda. Dan jangan salahkan perusahaan, jika anda tiba-tiba di pecat tanpa alasan yang jelas. Karena untuk memecat karyawan yang buruk dan merekrut karyawan yang berkualitas, sesuai dengan keinginan perusahaan adalah hak asasi perusahaan.

No comments:

Post a Comment