Wednesday, February 17, 2010

TIPE PEKERJA VS TIPE PENGUSAHA

  Pada umumnya banyak orang mengambil jalan menjadi karyawan, karena ini merupakan jalan aman dan pasti dalam mendapatkan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Dikatakan pasti karena anda pasti dibayar tiap bulan oleh perusahaan, yaitu gaji anda. Dikatakan aman karena anda bukan pemilik perusahaan, sehingga anda tidak perlu takut perusahaan anda menjadi bangkrut, mengalami kerugian keuangan, dan mengalami tuntutan dari karyawan.
Tanggung jawab karyawan adalah bagaimana menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan sebaik mungkin, sedangkan tanggung jawab pemilik usaha adalah bagaimana membangun, mempertahankan, mengelola pekerja atau karyawan, dan mengembangkan usaha. Jadi tanggung jawab pemilik usaha jauh lebih besar, dan lebih berat daripada karyawan.
        Ingin membuka usaha sendiri atau menjadi karyawan adalah sebuah pilihan hidup. Setiap pilihan ada untung dan ruginya. Jika anda adalah orang yang cenderung punya jiwa bebas, tidak suka diperintah, tidak suka bekerja dibawah tekanan, berpikir lateral, berani melakukan percobaan dan bereksperimen, punya ide-ide kreatif yang harus segera diterapkan, tidak punya kepadaian yang luar biasa, IPK rata-rata, berani mengambil resiko gagal. Daripada berkutat terus-menerus untuk melamar kerja, berkali-kali ditolak dan gagal, menghabiskan banyak biaya untuk surat lamaran, dan waktu terbuang sia-sia. Mungkin pilihan merintis dan membuka usaha sendiri cocok bagi anda.
Jika anda adalah orang yang cenderung senang dengan segala sesuatu yang pasti, menyukai segala sesuatu yang cepat dan instan, punya IPK diatas rata-rata, pandai menganalisis sesuatu berdasarkan data yang ada, pandai membuat laporan, pandai berhitung, takut membuat kesalahan, takut mengambil resiko, pandai mengoperasikan peralatan kerja seperti mesin tik, mesin hitung, komputer, dan lain sebagainya, suka dipimpin oleh orang lain. Mungkin pilihan menjadi karyawan cocok bagi anda. Karena perusahaan cenderung mencari tenaga kerja yang terampil dengan daya analisis tinggi. Jika anda dalam kategori ini, maka majulah terus untuk mendapat pekerjaan terbaik.
         Menjalankan usaha sendiri punya resiko lebih besar dibanding menjadi karyawan. Jika usaha anda tidak laku, anda akan rugi, bahkan kehilangan banyak uang, alias bangkrut, dan anda dinyatakan gagal oleh masyarakat. Kegagalan dapat menyebabkan trauma, perasaan putus asa, perasaan bersalah, malu, dan hal-hal negatif lainnya.
Banyak orang takut gagal, tetapi disinilah letak kunci kesuksesan sebagai pengusaha, yaitu bagaimana ia dapat bangkit kembali dari kegagalan, berusaha mencari jalan keluar, menemukan peluang yang ada, dan yang paling utama adalah berani mencoba lagi sampai berhasil......

No comments:

Post a Comment