Saturday, March 20, 2010

BERBAHAYA

    Hidup penuh bahaya, dimana-mana ada bahaya. Bahaya jatuh tersandung batu, bahaya terkena kerikil kecil dan debu yang beterbangan, bahaya ban selip pada mobil, bahaya mengantuk saat mengemudikan kendaraan, bahaya terpleset, bahaya terkena sengatan listrik, bahaya tiba-tiba melamun di jalan, bahaya terbakar saat memasak. Bahaya selalu ada dimana-mana, usaha yang dapat dilakukan adalah mengurangi bahaya seminimal mungkin atau mencegah bahaya.
     Jika tahu sesuatu sangat berbahaya sebaiknya di hindari, seperti bahaya penggunaan obat yang dapat membuat pikiran fly, dapat menyebabkan kecanduan dan membuat tubuh menjadi rusak, karena penggunaan jenis obat tersebut dalam bidang kedokteran dengan ijin yang sangat ketat, bukan disalahgunakan untuk mendapatkan kesenangan, apalagi sebagai tempat pelarian dari beban masalah yang menghimpit. Bahaya pelampiasan masalah dengan sering berhubungan seks berganti-ganti pasangan dapat menyebabkan penyakit, kenikmatan sesaat tidak sebanding dengan penyakit yang diderita, uang yang ada terkuras habis untuk biaya mengobati penyakit, penyakit tidak sembuh-sembuh, menderita tidak dapat hidup normal, masalah semakin menumpuk. Kedua bahaya diatas adalah beberapa jenis jalan terbaik untuk bertemu dewa maut.
     Bahaya melakukan olahraga berbahaya seperti balap mobil, bahaya ini masih dapat diterima karena masih memperhatikan keselamatan, seperti pembalap mengenakan helm tebal, desain mobil dan mesin yang memungkinkan pembalap berkendara dengan aman pada kecepatan tinggi. Jika keamanan sudah lengkap dan ternyata masih terjadi kecelakaan, berarti terjadi peristiwa diluar jangkauan. 
     Selalu berusaha mencari jalan keluar saat bertemu dengan masalah seberat apapun berarti pikiran masih lurus tidak menyimpang. Berusaha punya pikiran lurus tidak menyimpang sangat sulit, karena banyak godaan-godaan menggiurkan yang berasal dari dalam maupun dari luar.

No comments:

Post a Comment