Seks merupakan suatu kebutuhan dasar, setiap kebutuhan membutuhkan pemenuhan kebutuhan. Kebutuhan seks yang besar tetapi ditahan-tahan dapat muncul menjadi suatu kelainan perilaku. Hubungan seks bersifat sangat pribadi antara laki-laki dan perempuan. Kebutuhan seks selalu ada dan tidak dapat dihilangkan, tetapi dapat dikendalikan.
Nafsu seks yang besar perlu dikendalikan dengan cara disalurkan baik dengan pasangan jika sudah menikah, atau melakukan solo seks, atau melakukan kegiatan lain. Lebih baik melakukan solo seks daripada melakukan hubungan seks secara sembarangan dengan berganti-ganti pasangan, karena dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.
Nafsu seks yang besar perlu dikendalikan dengan cara disalurkan baik dengan pasangan jika sudah menikah, atau melakukan solo seks, atau melakukan kegiatan lain. Lebih baik melakukan solo seks daripada melakukan hubungan seks secara sembarangan dengan berganti-ganti pasangan, karena dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.
Pandangan tentang sesuatu yang porno atau tidak porno yang dapat memberikan rangsangan seks, sangat relatif. Pria-wanita menarik mengenakan baju tertutup rapat pun, dapat juga menimbulkan rangsangan seksual sangat kuat, karena rasa ingin tahu terhadap sesuatu yang tertutup rapat itu. Pengaruh-pengaruh seks yang begitu kuat sangat luar biasa sulit untuk di bendung, bagaikan debu di udara bergerak terbawa tiupan angin, dan akan selalu ada.
Pengaruh-pengaruh seks bagaikan sebuah ujian yang dapat menenggelamkan setiap individu ke dalam nafsu rendah, atau terbang dengan kemampuan mengatasi nafsu rendah yang ada dalam diri setiap individu, atau terbang dengan kemampuan memanfaatkan suatu pengaruh negatif untuk memunculkan pengaruh positif yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri dan individu lain, seperti mengurangi ketegangan atau stress pribadi, dapat memberikan pengetahuan bagi pasangan suami istri tentang cara dan variasi berhubungan seks, tanpa diperbudak oleh nafsu rendah buta.
No comments:
Post a Comment