Monday, May 17, 2010

BERPUTAR-PUTAR

        Berputar-putar menyenangkan sekali bergerak seakan dibuai naik turun dengan iringan musik duduk diatas kereta kuda, nama mainan itu carousel. Naik dari bawah bergerak berputar mencapai ketinggian sambil duduk berpegangan, merasakan hembusan angin kencang bertiup dapat melihat pemandangan indah dikanan kiri dibawahnya, kemudian berputar turun begitu seterusnya merasakan kebebasan gembira, nama mainan itu komidi putar. Saat komidi putar carousel perlahan mulai berhenti, kesenangan perlahan menghilang timbul kesedihan serasa ingin tambah porsi satu token lagi untuk merasakan kesenangannya.
         Melihat es krim pop pop pop warna warni seakan menginginkan komidi putar carousel segera cepat-cepat berhenti saja. Belum habis es krim masih belepotan disana-sini terdengar keriuhan keasyikkan rumah hantu banyak antri, takut kehabisan tiket cepat-cepat berlari dan segera melayanglah es krim hole in one ke dalam tong sampah. Sekejap sudah berada di dalamnya, tiada tawa lagi muka cemberut menahan tegang, sebuah peti dalam gelap terbuka memunculkan tangan-tangan zombie memanggil, berteriak kencang melepaskan segala ketegangan, dan keluarlah kereta itu menuju terang, lega tak terkira penuh cerita memuaskan.
          Selanjutnya, sebuah Roller Coaster melintas mengejutkan, oh menegangkan sekali pasti asyik, tanpa pikir panjang terjadilah serbuan loket hingga tersisa dua karcis, sedetik kemudian kereta bergerak naik perlahan ke puncak lintasan menjulang tinggi melayang di atas tanah, menghujam turun ke bawah tanpa peduli perasaan penumpang berteriak menahan gravitasi menggairahkan, menjalar di seluruh tubuh, tak tahan berharap segera berakhir perasaan puas telah coba seluruh permainan, lelah bukan main, bermimpi segera pulang rumah merebahkan diri dalam kasur empuk, apa daya menahan mimpi menempuh perjalanan di jalan bebas hambatan, dengan selamat tiba di rumah. Dunia permainan menawarkan berbagai macam kesenangan berpindah dari satu permainan ke permaianan lain berputar-putar tak mampu lepaskan diri, terpuaskan sementara sedetik kemudian muncul keinginan baru tiada akhirnya. Tersisa satu token terakhir......go home baby....... :(

Tulisan ini terinspirasi dari mendengarkan Dhamma Teaching di Vihara Buddhayana Surabaya, tanggal 16 Mei 2010.

No comments:

Post a Comment