Kegelapan tak berujung diam lama menanti, tiba-tiba secercah sinar terang kehidupan terbentuk, hasil perpaduan dua elemen saling bertolak belakang dalam harmoni memadu kasih, tersimpan dalam kenyamanan kehangatan penuh nutrisi, berproses hingga mengandung sembilan bulan lamanya. Masa-masa penantian itu sungguh berat, hari demi hari terlewati penuh kesabaran. Bagaikan petir menyambar menimbulkan kesakitan luar biasa di suatu waktu tak tertahankan, seakan mengancam jiwa jauh tiada arti tak sebanding tingginya kebahagiaan, bagaikan sumber air paling jernih tercurah menjadi kasih kepada sang buah hati, terlahirlah sudah. Kebahagiaan tak pernah berhenti, segala daya upaya jatuh bangun bagaikan ronda malam tanpa kopi tanpa waktu teramat melelahkan tak mampu alihkan perhatian, demi sang buah hati semata. Satu masa telah terlewati, membuahkan hasil tumbuh besar lincah berlari di taman indah memasuki lingkungan dunia baru, bertemu teman kecil lain penuh keheranan saling memandang sama kecil sama tinggi, lalu bertanyalah sang buah hati, tempat apakah ini mama, ini sekolah sayang. Maka terjadi proses pembelajaran permainan kegembiraan kesedihan bercampur dalam dunia baru itu, terasa nyaman menyenangkan melesat bagaikan kilat suatu masa panjang, tak terasa sang buah hati berubah dalam kematangan dewasa. Walau demikian, tuntunan demi tuntunan ikatan terdalam sebagai pemberian tak ternilai tanpa pamrih, memberikan perlindungan tetap, hingga sang buah hati punya daya mencari penghidupan sendiri, mampu menghidupi pasangan, memberikan keturunan lucu-lucu, dan proses terindah itu terulang dalam relung hati paling dalam penuh kenangan abadi, tersembunyi dalam bayang-bayang usia tua. Itulah mama.
No comments:
Post a Comment