Tuk, tuk, tuk bunyi kentongan berlari keluar rumah mengira ada sesuatu menarik terjadi, rasa ingin tahu mendorong langkah-langkah kaki kecil, hati-hati bergerak mengindari terpleset jatuh, melihat depan rumah, ternyata penjual nasi goreng lewat. Selera mulai bergerak merangsang lapar untuk diisi sedikit nasi goreng, pengganjal perut di malam dingin hujan rintik-rintik, diiringi minuman teh hangat nikmat sekali. Nasi goreng itu nama dalam negeri, luar negeri fried rice namanya. Oleh sebab kecanggihan teknologi, maka yang namanya kentongan untuk ronda malam di daerah pedesaan berubah fungsi menjadi tanda perangsang lapar mengharapkan seporsi nasi goreng lezat lewat tentunya. Kentongan terbuat dari bambu panjang berbentuk tabung dengan lubang memanjang di tengah, membunyikannya dengan dipukul menggunakan tongkat bambu pendek. Tanpa kentongan, lewatnya nasi goreng tiada yang tahu tak dapat mengundang lapar tak dapat penghasilan tak dapat memuaskan keinginan selera lapar konsumen. Sreng, sreng, sreng itu bunyi tarian sendok besar gepeng terbuat dari logam dalam wajan besar berminyak bergerak berputar naik turun mencampur mengaduk berbagai macam bumbu, nasi, dan sayuran, tambahkan kecap dan saus tomat, mau merica juga boleh tergantung permintaan, sedap sekali aromanya. Duduk menunggu berharap-harap nasi goreng segera datang, sekeluarga menjadi gembira menikmati sajian makan malam. Nasi goreng makanan praktis mudah dibuat murah bahannya mudah didapat siapa saja mampu buat. Makan nasi goreng tak boleh makan berlebih, sebab menyebabkan suara serak-serak basah.
No comments:
Post a Comment