Masalah orang nikah itu hak asasi tiap pribadi buat apa diurusin, yang berhak penuh urus adalah kedua calon pengantinnya itu sendiri dan keluarga dari kedua belah pihak calon pengantin itu sendiri. Mau nikah di ujung menara Eiffel pun boleh, mau nikah di palung kedalaman laut paling dalam bersama ikan Hiu buas juga boleh dengan satu syarat jangan sampai dimakan saja, mau nikah di puncak gunung Everest di Nepal juga boleh, mau menikah di gunung Fuji juga boleh asal bukan gunung berapi, mau nikah di tengah padang es bersama Pinguin di Antartika juga boleh, mau nikah dengan raksasa pun juga boleh, mau nikah dengan orang afrika, asia, bule, india, suku pedalaman terpencil sekalipun juga boleh, asal perasaan saling cocok dan ada cinta.
Mengapa memajaki orang yang ingin menikah, lucu banget, jika berani taruhan sebesar 500 juta, pemikiran orang pasti memilih lebih baik uang 500 juta tersebut dibelanjakan untuk sebuah Event Organizer top, Dekorator Pernikahan, Master of Ceremony, Penyanyi top, Rumah Makan berkelas sebagai tempat resepsi, Hotel Berbintang, daripada untuk jaminan tidak jelas, dengan demikian pernikahan menjadi keren dan puas walaupun setelah itu kedua pasangan bekerja keras mencari uang menghemat-hemat uang untuk menjalani hidup bersama. Pernikahan itu restu-tulus kedua belah pihak dan kedua belah pihak sama-sama rela menanggung biaya pernikahan hingga pernak-pernik terkecil sekalipun mahal, bukan dengan paksaan membayar uang jaminan untuk mendapatkan iming-iming wanita maupun pria molek. Ada-ada saja.
Tulisan diatas adalah tanggapan untuk berita dengan judul di bawah ini:
Dijual Wanita Indonesia
La Rose Djayasupena - Belanda
KoKiNegeriku - CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
yg lebih penting lagi : nikah itu bagian dari satu proses ibadah.....
ReplyDeletesalam kenal selalu
http://ayahkuhebat.wordpress.com
Ibadah bisa dimana saja, dan proses ibadahnya juga bermacam-macam sesuaikan situasi dan keadaan diri.
ReplyDelete