Pria menyakiti wanita dengan kekerasan fisik berarti bukan pria sejati namanya, lalu apa ? ....Silahkan cari jawaban sendiri. Ini bukan masalah suatu penanaman konsep sejak kecil, tetapi secara naluri terlahir sebagai pribadi pria berjenis kelamin jantan terbentuk terdorong untuk bertanggung jawab melindungi perempuan berjenis kelamin betina dari bahaya apapun secara alami, dan secara alami berusaha tidak menyakiti perempuan dengan cara apapun, bahkan tindakan memukul menjadi suatu ketidakpantasan, menurunkun harga diri, mendatangkan malu besar, terutama bagi diri pria itu sendiri dan kedua, malu terhadap kerabat lingkungan terdekat. Bagi sesama pria menghempaskan pria lain dengan sangat keras dan mantap dalam suatu pertandingan hingga mungkin pingsan bukan masalah sama sekali, tidak ada beban dilema, sebab naluri pria berjenis kelamin jantan memang harus menjadi kuat supaya dapat melindungi keluarga dan keturunannya.
Seperti monster pada jaman dulu, monster pria berburu mencari makanan di hutan-hutan bahkan harus menghadapi bahaya dengan taruhan nyawa sekalipun, demi mempertahankan kelangsungan hidup mendapatkan dan membawa pulang makanan, sedangkan monster wanita mengumpulkan makanan, memelihara api di gua supaya tetap menyala hangat. Naluri monster pria adalah menjaga keluarga dan keturunannya dari bahaya mengancam. Saat suatu suku monster berperang melawan suku monster lain dalam medan pertempuran, sedang seru-serunya akan menyerang, mendadak di tengah-tengah ada sekumpulan monster wanita berteriak-teriak marah, peperangan tersebut dapat berhenti seketika, atau para monster terpaksa mencari tempat lain untuk berperang.
Kembali ke jaman teknologi maju penuh kemudahan, mengapa banyak pria-pria tak berdaya menggantungkan hidupnya kepada wanita, bukan berjuang memperbaiki diri, mengambil keputusan untuk menciptakan kehidupan lebih baik. Sedangkan wanita, mengapa banyak wanita-wanita cantik seperti boneka Barbie, tampak lembut menarik hati luarnya, ternyata sangat menyebalkan dengan sifat-sifat kaku, tinggi hati, memanfaatkan kecantikan seakan pasti pria manapun dengan buta mengejar menuruti segala keinginan konyol, merusak kehidupan menyalahgunakan bibir misteri.
Makhluk pria dapat dikatakan merupakan makhluk dengan tingkat lebih tinggi, sebab pria adalah pemberi sumber kehidupan, sedangkan wanita adalah tempat berkembang terpeliharanya kehidupan itu sendiri. Gambaran pria seperti kaisar pada jaman Tiongkok kuno yang disebut putera langit, terdapat banyak sekali putera langit-putera langit termanifestasi dalam keluarga-keluarga kecil.
Catatan:
Artikel ini di tulis tanpa bantuan siapapun, dengan ditemani kopi dan musik U2 tentunya. eh eh eh ....
Ada penggantian judul dari PUTERA LANGIT PUNYA NALURI menjadi judul yang lebih tepat NALURI PUTERA LANGIT
No comments:
Post a Comment