Kabut tebal menyelimut dimana-mana, awan berarak-arak penuh titik-titik air menghitam menghalangi sinar matahari menyinari taman penuh bunga. Di kejauhan langit tampak mendung mencekam mendatangkan hembusan angin kencang dingin, merangsang ion-ion saling berlawanan bertabrakan terjadi kilatan cahaya membelah langit memicu ledakkan guntur menggelegar. Bunga-bunga saling berharap-harap cemas dan berkata, "Pasti terjadi hujan badai dahsyat banjir menggenang lebat, bunga-bunga layu, duh !" Benar saja, terjadilah seperti yang diharapkan sekumpulan bunga-bunga di taman itu. Duerr !! Butiran-butiran air sebesar batu kerikil menyerang menghujam taman bunga tanpa belas kasihan, kejam sekali. Bunga-bunga berteriak dalam bisu bergetar pasrah bertahan semampu mungkin hanya berharap serangan air segar tanpa belas kasih dapat semakin menyuburkan diri, hingga waktu berlalu dan keesokkan hari, impian bunga untuk mekar indah sempurna dapat semakin menjadi kenyataan.
Setiap masa-masa kelam hari-hari penuh penderitaan tangisan dan kertak gigi, kedinginan maksudnya. Bertahan dengan pelita api harapan tetaplah menyala jangan padam, menyusuri lorong-lorong gelap satu demi satu, rasakan suasana kelembabannya, bila terjatuh, berusahalah bangkit semampu mungkin walau kaki goyah seakan tak kuat, teruslah melangkah dan melangkah setahap demi setahap pertahankan pelita itu, hingga setitik cahaya kecil bersinar terang di kejauhan. Masa kelam, setiap pribadi punya masa kelam, sebagian ingin diketahui sebagian tidak ingin diketahui, itu hak pribadi mereka. Masa kelam, tentu saja ada yang menyakitkan ada juga yang berkesan. Tegakah memanfaatkan masa kelam menyakitkan untuk mengeruk keuntungan semata, berbahagia diatas aib individu lain, demi mencapai popularitas ? Tegakah menciptakan masa kelam baru menciptakan aib baru yang belum pernah dialami individu lain, berbahagia diatas aib itu, memanfaatkan sebesar-besarnya aib ciptaan itu, hingga merusak penghidupan individu lain, demi popularitas dan keuntungan ?......Lebay deh !...... Monster nakal bersama Monster baik berjalan dengan terseok-seok di pagi hari yang panas, kembali menuju tempat pasar malam, tampak stan-stan sudah dibongkar dan barang-barang diangkut dengan truk. Monster nakal akhirnya berhasil menemui bos pasar malam memohon minta diantar pulang.......Bagaimana kelanjutannya ?
No comments:
Post a Comment