Tuesday, June 8, 2010

CERITA MONSTER NAKAL

        Cuaca di gurun pasir sangat panas. Terik matahari benar-benar membakar kulit memaksa keringat keluar menyusup melalui pori-pori, haus tak terkira. Dalam pelariannya berpindah-pindah tempat tak tentu arah bersama monster baik, hingga diusir dari sebuah pasar malam di tengah gurun pasir, karena salah menekan tombol sebuah mesin cuci tercanggih di dunia, dan telah merayu SPG tercantik digurun yang ternyata pacar bos pasar malam itu. Berjalan dan berjalan terus terasa kaki hampir putus tak kuat berjalan lagi, akhirnya merebahkan diri di bawah pohon Kaktus melepas lelah. 
         Berceritalah Monster nakal kepada Monster baik. Teringat dahulu kala pernah mengalami kejadian yang serupa seperti pengalaman di pasar malam kemarin itu. Saat itu Monster nakal belum bertemu Monster baik, kehidupan Monster nakal masih nomaden, hingga suatu waktu tinggal di sebuah gua bertingkat dua, berlorong panjang dengan banyak kamar sungguh sepi tak ada siapapun, ternyata diantara kamar-kamar terdapat dua kehidupan penuh misteri. Monster nakal heran sekali sebab dua kehidupan dalam dua kamar jarang keluar menampakkan diri. Dua kehidupan itu saat muncul berwajah SPG dari jenis manusia. Monster nakal saat itu baru pindah dan tinggal selama kurang lebih satu minggu di gua sepi bertingkat dua berlorong itu.
     Di suatu siang bolong matahari besinar cerah, terdengar suara tawa merdu sangat keras, seakan mentertawakan Monster nakal yang sedang mencuci muka dalam rest room. Lewatlah Monster nakal di depan salah satu dari dua kamar, tampak pintu terbuka sedikit. Suara tawa itu masih saja ada. Monster nakal menjadi kesal dan berkata, "Yang ingin berkenalan qu tunggu di luar !" Tiba-tiba tawa keras merdu itu berubah menjadi bisikkan, mengerikan sekali. Monster nakal curiga, pasti dua jenis manusia berwajah SPG ingin berkenalan, maka Monster nakal memutar otak mencari akal supaya jenis manusia berwajah SPG berani keluar dan berkenalan. 
      Muncul perkataan, "Dirayu saja jika ada kesempatan, huh !" Dua kehidupan misterius itu terdiam seketika, beberapa saat lamanya, demi merencanakan suatu jebakan kepada Monster nakal, seolah dalam hati berbisik bengis, "Rasakan akibatnya !" Bagai petir menyambar sejak peristiwa itu, hari-hari gembira berikutnya, Monster nakal mengalami fenomena-fenomena mencekam mengerikan, setiap gerak-gerik Monster terawasi baik dari dalam gua bahkan dari luar gua tak dapat melarikan diri tercekat terpenjara. Monster nakal langsung terjun dalam jurang kebingungan menggila, hampir jatuh terpeleset di depan dua kamar manusia berwajah SPG, tersugesti sendiri tak terkendali. 
      Untunglah Monster nakal masih menyimpan ramuan kuno dari Dr. Psiko yang sangat membantu mengatasi gangguan fantasi menggila. Monster nakal dari pengalaman, mengetahui fenomena itu disebabkan pengaruh jenis manusia hutan sakti yang sedang mengamati gerak-gerik monster nakal dari kejauhan, atas perintah dua manusia cantik berwajah SPG. Hari-hari mengerikan selanjutnya yang harus dijalani Monster nakal penuh kejadian-kejadian mencekam, mendapat tudingan secara ajaib dapat membelah diri (emangnya cacing !), mendapat tudingan bukan Monster dari kota melainkan Monster ndeso, mendapat tudingan dari jenis Monster PRT karena sering menguras bak mandi yang sering kotor, mendapat tudingan dari jenis Monster intel, mendapat tudingan dari jenis Monster yang turun dari langit biru berawan stratus, mendapat tudingan mampu berteleport hingga dapat muncul dimana-mana, mendapat tudingan suka makan nasi goreng dan makan makanan berminyak, mendapat tudingan punya kemampuan memadamkan listrik di seluruh kota, dan menyalakan listrik dengan satu perkataan "Menyala!", dan masih banyak tudingan mengerikan lainnya. Untuk mengatasi pengaruh-pengaruh yang dapat menyebabkan Monster nakal tersugesti, maka Monster nakal selalu mencari cara untuk selalu berpikir positif. 
    Penderitaan yang harus dialami Monster nakal tak berujung, hingga bertemu dengan kenalan baru dari jenis manusia terbang yang singgah melepas lelah selama dua kali, bagaikan teman lama tak jumpa berbicara akrab tak kenal waktu semalam suntuk, keesokan harinya pergi makan gado-gado, dan pada lain hari pergi ke klenteng, sedikit terobati perasaan Monster nakal ini. Selama masa-masa mencekam, Monster nakal tetap bersemangat melatih kemampuan menulis dengan memanfaatkan teknologi modern, Monster nakal terpikir satu tudingan menggelikan bahwa Monster nakal itu ndeso abis. Monster nakal terpaksa melakukan silent observation, ternyata kedua jenis manusia berwajah SPG itu diam-diam memberikan perhatian berbisa aman, jenis manusia berwajah SPG itu adalah perempuan baik-baik yang bekerja di malam hari, "Frply" (+ kan huruf hidup diantara konsonan) itulah markasnya. 
Monster nakal tahu, ada banyak kesalahpahaman yang terjadi, dan dalam fenomena kebingungan yang luar biasa itu, serta mendapat gangguan dari manusia hutan sakti, telah melakukan kesalahan untuk kedua kalinya, mengingkari data silent observation yang hampir menjerumuskan kedua jenis manusia berwajah SPG itu dalam image pekerjaan dunia kelam. Monster nakal memutuskan untuk menghindar menenangkan diri sementara waktu di gua lain berjarak kurang lebih 400 kaki dari gua bertingkat dua berlorong, sambil terus mengembangkan kemampuan menulis, dan bertemu dengan Monster baik. Apa daya Monster nakal terus dikejar-kejar tanpa henti tak ada kesempatan berhenti, hampir ditelan penguasa laut, berlari turun bukit mencuri dengar penguasa gunung, tersesat di gurun pasir tandus, diusir dari pasar malam gurun pasir, tergeletak dibawah pohon kaktus, akhirnya terlelap tidur...........Fiuh !!

0 comments:

Post a Comment