Wednesday, March 10, 2010

DUNIA PENDIDIKAN

        Setiap orang tua yang mempunyai anak selalu ingin memberikan sesuatu yang terbaik bagi anak-anaknya. Apakah sesuatu terbaik yang dapat diberikan oleh orang tua kepada anak ? Sesuatu terbaik adalah pendidikan. Setiap orang tua ingin anak-anaknya masuk ke sekolah terbaik, setiap orang tua ingin anak-anaknya diajar oleh pengajar yang berkualitas dan mumpuni. Orang tua rela membayar mahal berapapun biaya pendidikan anak yang telah ditetapkan, asal anak-anaknya mendapat pendidikan yang cukup, berkualitas, dan menjadi anak yang pandai.
Kerelaan orang tua inilah yang sering dimanfaatkan untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya sehingga orientasi bukan lagi pada kualitas pendidikan, melainkan orientasi pada banyaknya jumlah uang yang bisa di dapat. 
           Dunia pendidikan adalah lahan bisnis yang menjanjikan dan tidak terpengaruh oleh krisis, seperti bisnis-bisnis lainnya, mempunyai suatu produk yang dihasilkan, setiap produk yang laku di pasaran adalah produk-produk yang benar-benar berkualitas dan memberikan manfaat, bukan produk cacat. Dalam bisnis apapun termasuk bisnis pendidikan kualitas adalah nomor satu, jika suatu produk sudah tidak berkualitas bagaimana bisa bicara harga ?  Jika suatu produk sudah dianggap jelek bagaimana bisa mengembangkan bisnis ? Bisnis berorientasi pada kualitas bukan pada banyaknya uang yang bisa di dapat, karena produk berkualitas mendatangkan laba secara otomatis.
          Dalam pendidian yang paling utama adalah kualitas pengajar, kedua adalah fasilitas. Fasilitas lengkap tetapi pengajar tidak berkualitas sama saja dengan bohong. Pengajar yang berkualitas adalah pengajar yang dapat menyesuaikan cara berpikir anak. Jika anak gagal mengikuti pelajaran belum tentu anak tersebut bodoh, mungkin cara menjelaskan kurang tepat, mungkin cara berpikir anak lain daripada yang lain, mungkin cara berpikir anak lebih unik dari gurunya, siapa tahu, mungkin gurunya yang kaku, mungkin pengetahuannya kurang up to date, mungkin gurunya terlalu memaksakan konsep yang belum tentu cocok dengan anak, sebenarnya siapa sih yang bodoh gurunya atau muridnya. : P
         Dalam bisnis apapun pengusaha pasti rela mengambil keputusan untuk mengeluarkan biaya investasi mahal, asal produk yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan dapat memberikan manfaat bagi konsumen, bukan produk ecek-ecek, sehingga produk bisa laris di pasaran bahkan booming, dan pada akhirnya dapat mengembalikan modal investasi yang telah dikeluarkan. Setiap orang tua pasti rela mengambil keputusan untuk mengeluarkan biaya investasi mahal berapapun untuk anak-anaknya, asal anak-anaknya dapat menjadi pandai dan berguna bagi kehidupan. 
      Tantangan bagi pengajar dimanapun, apakah mampu menjadi pengajar berkualitas yang dapat memberikan nilai investasi lebih kepada investor yaitu orang tua dan menghasilkan produk berkualitas yaitu anak-anak cerdas ???

No comments:

Post a Comment