Ikut campur urusan orang merupakan akar dari masalah. Orang berkata jangan suka ikut campur urusan orang lain. Kata-kata ini hanya omong kosong belaka. Pada kenyataannya orang suka saling mengamati keburukan orang lain, dan secara sadar mengharapkan keburukkan orang lain supaya menjadi kenyataan. Bahkan mengusahakan keburukan tersebut menjadi nyata dengan bergossip atau memfitnah orang. Anda tahu bagaimana nasib orang yang digossipin atau di fitnah ? Mau tahu ? Sangat menderita daripada kena pukul. Seseorang yang ingin berbicara kepada orang lain dikatakan normal. Bagaimana jika seseorang ingin berbicara kepada diri sendiri ? Apakah normal ? Bagaimana dengan seorang perempuan yang menganggap boneka sebagai teman dan berbicara dengan boneka? Apakah normal? Bagaimana jika seseorang menangis sendiri karena mengalami suatu penderitaan ? Apakah normal ?
Contoh pada saat lewat di suatu jalan ternyata jalan tersebut ditutup. Kita merasa kecewa dan tiba-tiba menyeletuk "Aduh, kenapa jalan ini ditutup ?!" Pada saat itu ada orang sekitar yang mengetahui kita menyeletuk sendiri. Ada kemungkinan kita dicap sebagai orang gila yang berbicara sendiri, atau kita dicap sebagai orang aneh. Kejadian tersebut akan menjadi pergunjingan kecil dan disinilah letak atau akar dari fitnah. Hal ini juga termasuk salah satu bagian dari ikut campur urusan orang.
Berbicara dengan diri sendiri sebenarnya normal. Seperti menghibur diri sendiri dengan berbicara "Ah, aku tidak perlu terlalu khawatir semua akan baik-baik saja". Jika tidak ada teman yang dapat diajak bicara. Apakah salah mengungkapkan perasaan sendiri dengan berbicara kepada diri sendiri ?
Orang sering membesar-besarkan suatu masalah, yang sebenarnya hanyalah masalah kecil. Begitu tahu sedikit keburukan orang lain, langsung dibesar-besarkan, disebarkan ke masyarakat, digosipkan berulang-ulang dengan maksud supaya orang yang punya kejelekan tersebut jadi stress. Hanyalah suatu kebohongan jika hanya ingin menyadarkan orang. Jika orang tersebut sudah stress maka semua pergunjingan akan mereda sebentar, lalu timbul pergunjingan lain. Bagaimana menurut pendapat anda ? Padahal orang yang suka mempergunjingkan keburukan orang ini punya kehidupan yang baik, pekerjaan yang baik. Apakah orang yang suka ikut campur urusan orang dengan cara mempergunjingkan keburukan orang lain ini, disebut normal ?????
Kenyataan membuktikan bahwa orang suka cari tahu urusan orang lain. Yang dimaksud suka cari tahu urusan orang lain adalah ingin tahu rahasia keburukan seseorang dengan tujuan tertentu. Memang orang perlu waspada. Yang tidak wajar dan mendekati sakit kejiwaan adalah jika seseorang berusaha ingin menggunakan rahasia keburukan orang lain dengan tujuan menghancurkan hidup orang tersebut, sehingga menjadi stress berat bahkan menjadi gila.
No comments:
Post a Comment